KENDARI – Suasana di Gereja Katolik Paroki Santo Clemens, Jalan Dr. Sam Ratulangi, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendadak geger setelah seorang mahasiswa berinisial O (22) ditemukan tergeletak dalam kondisi bersimbah darah di halaman gereja, Minggu (13/9/2026) malam.

O diketahui merupakan mahasiswa asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui sempat datang ke gereja dan menemui seorang pastor berinisial SC. Kepada pastor tersebut, korban disebut meminta untuk didoakan.

Kasi Humas Polresta Kendari, Ipda Efnur Suyono, menjelaskan bahwa korban sempat mendapatkan doa dari pastor. Setelah itu, pastor meninggalkan korban dan O kemudian melanjutkan aktivitas doanya seorang diri.

“Korban sempat datang menemui pastor untuk meminta didoakan, setelah didoakan pastor kemudian meninggalkan korban, kemudian korban melanjutkan berdoa secara mandiri,” ujar Efnur dalam keterangannya, Selasa (15/9).
Tidak lama berselang, korban ditemukan sudah berada di depan gereja dalam kondisi tergeletak dengan luka pada bagian kepala dan mengeluarkan darah.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 23.45 Wita. Saat itu, seorang saksi berinisial C datang ke gereja dan membuka gerbang. Saksi kemudian melihat O sudah tergeletak di halaman depan gereja.

C selanjutnya memberitahukan kondisi tersebut kepada rekannya, M, yang berada di sekitar area gereja. M bersama sejumlah orang kemudian mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi korban. Setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui sudah tidak bernyawa.

Saksi lainnya berinisial W yang diketahui sebagai kepala tukang bangunan kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut.

Tidak lama kemudian, sekitar pukul 00.25 Wita, Senin (14/9), patroli Polresta Kendari tiba di lokasi. Selanjutnya pada pukul 01.12 Wita, personel Polsek Mandonga bersama Tim Inafis Polresta Kendari tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP.

Sekitar pukul 01.25 Wita, ambulans RS Bhayangkara Kendari tiba di lokasi. Setelah proses olah TKP selesai sekitar pukul 01.31 Wita, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Kendari untuk penanganan lebih lanjut.

Terkait penyebab kematian, Kapolsek Mandonga AKP Hastantya Bagas Saputra menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penanganan awal, korban diduga mengakhiri hidupnya dengan cara tertentu di area bangunan gereja.

Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan rangkaian kejadian serta penyebab kematian korban.

Jenazah O saat ini masih berada di RS Bhayangkara Kendari untuk proses penanganan lebih lanjut. Kepolisian juga masih menghimpun keterangan dari sejumlah saksi guna memperjelas peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *